Home » Indonesia Pimpin Pemberantasan Perdagangan Illegal Merkuri

Indonesia Pimpin Pemberantasan Perdagangan Illegal Merkuri

oleh Tsaniya Zukhrufi

NUSA DUA, DSN – Indonesia memimpin dunia dalam pertemuan COP4 Minamata dengan isu penghapusan dan pemberantasan perdagangan illegal merkuri. Hal ini ditunjukkan dengan kepemimpinan Indonesia sebagai Presiden COP4 ini, yang dipimpin Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati.

Rosa Vivien Ratnawati

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menegaskan hal itu saat membuka secara resmi Pertemuan COP (conference of parties) 4 Minamata di Nusa Dua, Bali, Senin (21/3).

Sebelumnya pada Jum’at (19/3), dilakukan upacara penaikan bendera PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) dan bendera Merah Putih, Negara Kesatuan Republik Indonesia di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Penaikan bendera Merah Putih bersama-sama bendera PBB memberikan pemaknaan bahwa proses pengambilan keputusan negara di dunia, saat ini konteksnya penghapusan dan pemberantasan illegal perdagangan merkuri dipimpin oleh Indonesia.

Upacara penaikan bendera yang dihadiri oleh pejabat-pejabat dari lembaga PBB (Konvensi Minamata) menandai bahwa komplek BNDCC akan menjadi tempat pertemuan 139 negara yang akan mengikuti COP Minamata 4.

Upacara penaikan bendera PBB dan bendera Merah Putih di BNDCC

Sangat Membanggakan

Dirjen PSLB3-KLHK,  Rosa Vivien mengatakan,  pertemuan ini tentu sangat membanggakan, karena ini merupakan pesan yang sangat kuat kepada dunia, apalagi Indonesia sebagai tuan rumah G-20, bahwa Indonesia memiliki komitmen yang sangat kuat akan isu-isu pelestarian lingkungan.

Lebih lanjut dikemukakan Rosa Vivien, salah satu legacy penting dari COP4 Minamata ini adalah diluncurkannya dokumen “Bali Declaration”, yang menjadi komitmen seluruh negara parties untuk penghapusan dan pemberantasn illegal perdagangan merkuri.

Disamping itu, ujar Rosa Vivien,  pertemuan COP4 Minamata ini juga memberikan rasa optimistis dan kepercayaan yang sangat kuat untuk bangkit setelah 2 tahun dalam masa pandemi. Pertemuan COP sendiri akan berlangsung sampai tanggal 25 Maret 2022. (sur/ts/dsn-3)

Related Posts

Tinggalkan Komentar